IBM Berhenti Kembangkan Alat Pendeteksi Wajah
Amerika Serikat (AS) tengah berada dalam kondisi darurat rasisme. Berbagai demo dilakukan para warga AS hampir di seluruh negara bagian. Peserta dari demo masal ini ternyata bukan hanya menyentuh para warga dan selebriti saja, tetapi juga para pengusaha IT yang sama-sama ikut menyuarakan gerakan anti-rasisme. International Business Machines atau IBM, yang merupakan perusahaan produsen perangkat keras dan lunak komputer ikut andil di dalamnya. Arvind Krishna, selaku Chief Executive Officer IBM, mengirimkan surat pernyataan ke Dewan Kongres AS yang berisi tentang wacana perusahaannya untuk keluar dari bisnis teknologi deteksi wajah. Menurut Krishna, IBM menentang keras penggunaan teknologi untuk pengawasan profil rasial. Alasannya, hal tersebut dapat bertentangan dengan kebebasan hak asasi manusia. IBM melayangkan pernyataannya tak lama setelah perusahaan teknologi pengenalan wajah Clearview AI mengangkat masalah privasi dan hasil yang bias ke publik. IBM kemudian melakukan hal yang sa...