Postingan

Menampilkan postingan dengan label akun

Begini Cara Pelaku Hack Akun Gojek Maia Estianty

Gambar
Beberapa hari belakangan marak di media sosial dibicarakan tentang kasus pencurian dana GoPay dan WhatsApp milik Maia Estianty oleh oknum driver ojol nakal. Dari akun Twitter @gadtorade, terungkap bahwa modus yang dilakukan adalah sebagai berikut: Awalnya, Maia pesan makanan via GoFood. Driver Gojek yang terima order kemudian menginformasikan bahwa motornya mogok. Kemduian, ia mengatakan bahwa agar pesanannya dapat dilanjutkan oleh teman Gojeknya yang lain, Maia harus mengetikkan kode **21*xxxxxxx# kalik klik tombol telepon. Di sinilah bencana dimulai. Kabarnya, Maia menuruti permintaan tersebut karena tidak menyadari bahwa kode tersebut merupakan kode MMI (Man to Machine Interface) untuk mengalihkan telepon yang seharusnya masuk ke nomor Maia, tetapi malah dialihkan ke nomor telepon xxxxxxx milik penipu (Call Forwarding). Kemudian, sang penipu menginstalasikan aplikasi Gojek dan login dengan nomor telepon Maia. Lalu, bagaimana bisa akun Gojek milik Maia diinstalasikan di hape penipu...

Pentingnya Mengamankan Akun Pelajaran di Balik Kebocoran Data Tokopedia

Gambar
Situs e-commerce Tokopedia dilaporkan telah mengalami peretasan data, dan pengguna Tokopedia yang telah diretas bocor di dunia maya. Dikabarkan, ada sebanyak 15 juta (belakangan jumlah data yang diretas dilaporkan bertambah, menjadi 91 juta) pengguna Tokopedia yang terimbas. Informasi peretasan data ini pertama kali diungkap akun Twitter @underthebreach. Menurut akun tersebut, data jutaan pengguna Tokopedia tersebut telah disebarkan di forum online. Data yang diretas tak lain seperti hash password, nama, dan alamat e-mail, data yang diretas juga mencakup tanggal lahir, kode aktivasi e-mail, kode reset password, detail lokasi, ID messenger, hobi, pendidikan, waktu pembuatan akun hingga waktu terakhir log-in. Namun, dalam daftar akun yang terkumpul di database berjenis PostgreSQL itu, disinyalir tidak disertakan dengan kode spesifik atau biasa disebut "salt". Rangkaian kode salt ini berguna untuk melindungi kata sandi pengguna dengan algoritma. Dengan demikian, diperlukan wak...

Cara Enkripsi Email dan Alamat Akun Agar Aman Sebelum Dibagikan Dikirim

Gambar
Saat ini penggunaan email menjadi salah satu cara yang sangat mudah dan ampuh untuk mengirimkan pesan. Disamping itu juga bisa untuk memanfaatkan layanan lainnya seperti media sosial dan aplikasi chat. Akan tetapi sekarang ini, perlu ekstra waspada saat ketika share / berbagi atau posting nama alamat email yang dilakukan secara online. Mungkin Kamu masih heran, kok bisa? Hal itu karena bisa saja nama email Kamu “dijemput” oleh bot spam, sehingga jika pihak yang tidak bertanggung jawab mengetahui email kamu, maka akan menjadi “bencana” dimana Kamu akan menerima banyak sekali email spam karena ulahnya tersebut. Hal ini tentunya ini sangat menjengkelkan dan membuat frustasi bagi pengguna layanan email, baik itu pengguna Yahoo maupun Gmail. Sumber gambar: Commons.wikimedia.org Cara Enkripsi Email (dan Alamat Akun) Agar Aman, Sebelum Dibagikan / Dikirim Nah, agar dapat menghindari menerima email spam seperti itu, maka hal yang perlu dilakukan yaitu enkripsi email, yang nantinya akan di...

Facebook Buang Miliaran Akun Palsu

Gambar
Jejaring sosial Facebook terus melakukan pembenahan di fiturnya. Hasil laporan terbaru, perusahaan media sosial itu telah membuat akun-akun palsu yang terdaftar di dalamnya, dihapus dari fiturnya. Tak main-main, sebanyak 3,2 miliar akun palsu dalam periode 6 bulan antara April hingga September 2019 sudah dimusnahkan. Jumlah yang tidak sedikit dibandingkan periode yang sama di tahun lalu di mana Facebook sudah melakukan penghapusan sebanyak 1,5 miliar akun yang tak layak. Facebook sendiri memperkirakan bahwa 5 persen dari 2,45 milar pengguna aktif saat ini, tak lain merupakan akun tak layak. Tak hanya akun, Facebook pun turut menghapus sebanyak 11,4 juta posting bernada ujaran kebencian. Angkanya naik drastis dibanding periode yang sama di tahun lalu, yang "cuma" tercatat sebesar 5,4 juta posting saja. Selain itu, pada periode antara April hingga September 2019, Facebook juga menghapus lebih dari 1,2 juta konten bermuatan pornografi anak di Instagram, naik dari sekitar 1,6 ...