Postingan

Menampilkan postingan dengan label batam

Kelebihan dan Kekurangan Handphone Batam

Gambar
Sebelum membeli smartphone, tentunya Anda akan dihadapkan dengan permasalahan budget. Tentunya jika berbicara murah, banyak sumber merekomendasikan smartphone dari Batam karena memang smartphone di sini murah dan menggoda untuk dibeli. Karena harga yang menggiurkan, banyak orang yang mengunjungi gerai smartphone bekas di Batam. Di sini Anda bisa mendapatkan handphone dengan spesifikasi yang mewah dengan harga yang sangat miring, biasanya berkisar antara Rp500,000 sampai dengan Rp4,000,000. Namun sebelum menyimpulkan demikian, kita harus mengetahui kelebihan dan kekurangan yang biasanya ada di dalam smartphone yang dijual di Batam. Kelebihan: Kelebihan yang pertama tentunya adalah smartphone yang dijual murah. Tetapi murah dalam artian, kita harus waspada karena kebanyakan smartphone yang dijual di sini merupakan barang second, atau telah dipakai sebelumnya. Smartphone yang ada di Batam biasanya ada yang benar-benar tidak dijual resmi di Indonesia dan tentunya tidak ada garansi resmi d...

Foxconn Dirikan Pabrik Smartphone di Batam Indonesia

Gambar
Akhirnya Foxconn memenuhi janjinya untuk berinvestasi di Indonesia. Raksasa manufaktur asal Tiongkok terebut mulai mendirikan pabrik perakitan smartphone di Batam, Kepulauan Riau. Meski demikian, skala pabrik itupun tidak sebesar pabrik mereka di China ataupun India dan hanya fokus ke perakitan. Dalam operasionalnya, pabrik tersebut akan dijalankan oleh PT Infocus Consumer International (ICI) Global, anak perusahaan Hon Hai Precision Industry, alias Foxconn Technology Group. Investasi sebesar Rp50 miliar telah digelontorkan Foxconn untuk membangun pabrik yang juga merupakan kolaborasi dengan PT Satnusa Persada, produsen perakit smartphone merek ASUS dan Xiaomi. Adapun pabrik milik ICI tersebut akan merakit smartphone merek Sharp yang akan dipasarkan di Indonesia. Sharp sendiri kini merupakan brand milik Foxconn setelah mereka diakuisisi pada Maret tahun 2016 dengan nilai sekitar Rp46,5 triliun.